Inilah Serunya Mudik-ku Saat Itu

10 Aug 2011

full_familyMudik. Istilah ini sudah lama tidak kami (keluargaku) gunakan semenjak ayah meninggal. Dulu, saat aku TK, aku pernah mudik ke Madura, pulau dimana ayah ku dilahirkan. Masa kecil yang menyenangkan menurutku. Aku bisa merasakan begitu dekatnya hubungan antar keluarga saat itu. Meskipun tradisi mudik sudah tidak kami gunakan, hubungan antar keluarga tetep baik lho:D.

madura1Masih ingat dalam benakku. Kampung halaman ayahku. Kalau tidak salah namanya nama desanya Buje’en,daerah Sampang..Aku lupa. Peace (^^)v. Sangat pedesaan. Saat itu mobil carteran kami, melewati semacam rawa, lumpur-lumpur, dan sampai kami harus turun dan mendorong mobil, karena ban slip. Tapi, itulah yang membuat kenangan itu tak terlupakan. Seru banget. Aku yang masih kecil ikut-ikutan aja turun dari mobil.hehe

Sampai-lah kami di rumah saudara ayahku. Cukup terlihat sebuah kampung halaman yang asri. Halaman yang luas, dikelilingi rumah-rumah bambu (orang jawa menyebutnya gedhek). Dan diujung sebelah kiri sana, ada ibu-ibu yang sedang mengipasi nasi yang banyak sekali. Katanya inilah yang membuat khas, nasi panas diratakan dan dikipasi. Rasanya lebih nikmat.

Karena halamannya luas, aku pun bisa berlari kesana kemari sesuka hatiku. Setelah itu, perjalanan melewati lautan lumpur berlanjut. Kami menuju ke rumah saudara ayahku yang lain. Ada yang di depan sawah. Aku senang sekali saat itu, karena saat di rumah tak pernah aku jalan-jalan ke sawah. Meskipun, di Pare juga banyak sawah. Pengalaman Mudik yang menyenangkan dan seru bagiku.

Tapi, istilah ini tak hilang begitu saja. Mudik istilah Pulang Kampung ini-pun kini digunakan kakak saya yang telah berumah tangga di Surabaya. Ia selalu pulang Mudik ke Kampung halamannya. Kampung Maduran. Tempat dimana aku dan kakak2ku dibesarkan dan tinggal. Meskipun sebenarnya sekarang tidak tepat disebut kampung, karena tak ada lagi halaman ( tanah ), rumah-rumah modern mulai berjajar disini. Tapi hal ini tak membuat acara mudik kakakku berantakan. Toh, namanya tetap kampung. Setiap hari raya tiba, Kakak perempuanku ini memboyong anak-anak dan suaminya kesini. Kami berkumpul bersama dirumah ibu, ya rumah peninggalan ayah kami. Meskipun rumahku tak selebar rumah-rumah modern lainnya, tai cukup menampung aku dan 9 saudaraku ( aku anak ke 10 dari 11 bersaudara, 2 kakakku meninggal ..). Belum lagi ditambah suami dari kakak-kakak ku + anak-anaknya. Ramai banget pokoknya. Inilah serunya acara mudik. Kami bisa berkumpul bersama. Bercerita tentang banyak hal, pengalaman, bercanda riang gembira.

Dan salah satu hal yang yang menjadi semacam kegiatan tetap saat acara Mudik tiba adalah Membuat Kupat bersama dan aku + keponakan2 ku berenang (kalau keponakan2ku gak mudik, aku juga gak bakalan berenang..hhe). :)

Powered by Komunitas Blogger Madura | Plat- M


TAGS Ngablogburit Inilah Serunya Mudik-ku Saat Itu Madura


-

Author

Follow Me