Aku kuliah gak cuman numpang nama

14 Apr 2012

trunojoyo

sumber gambar : images.google.com

Kuliah. Hal yang sebenarnya gak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bisa tamat SMA adalah sebuah anugrah bagi keluargaku. Ke-7 kakak-ku lulusan SMA dan Aliyah, dan kemungkinan besar aku-pun begitu. Jadi, tak ada yang namanya daftar keinginanku untuk kuliah saat itu. Sekali lagi, bisa Lulus SMA saja kami sudah bersyukur.

Semenjak ayah wafat, kakak-kakakku seudah tak lagi memikirkan pendidikan lebih lanjut. Semuanya, lulus SMA langsung bekerja, agar kami adik-adiknya bisa meneruskan sekolah hingga SMA. Saat itu aku masih kelas 1 SD. Dan mulai dari moment itu, aku terbiasa hidup mandiri, mencoba untuk tidak merepotkan kakak-kakakku.

Tapi, semua itu berubah. Saat aku masuk SMA. Semua teman-temanku mulai merancang kuliah dimana, ambil jurusan apa. Aku mulai tergerak. Prestasiku yang lumayan, dengan masuk 3 besar terbaik dikelas turut menurut membuatku semakin tergerak untuk melukis mimpiku. Kuliah. Ya, itu, bisa kuliah tanpa merepotkan kakak-kakakku. Dan mulailah aku mengukir selembar demi selembar perjuanganku agar bisa kuliah. Dan kini, lembaran-lembaran itu tertata rapi dalam memori hidupku :)

Awal diterima di kampus ini, gak ada orang yang aku kenal disini. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubungi salah satu alumni SMA-ku yang kuliah disini. Namanya Ilham. Mas Ilham ini ternyata adiknya sahabatnya mas ku. Dan dia lagi ngurusin kelulusannya. Jadi, sekitar aku masuk kuliah, dia wisuda. Mulai dari ribet nyari pengumuman sampek nyari kos, aku dibantu mas ilham. Meski cuman via sms dan telfon, kami belum pernah bertemu. Bahkan sampai aku satu kos dengan pacarnya, aku belum pernah ketemu mas Ilham. Hanya satu kali, dulu saat kelas 2 SMA, dan saya sudah lupa.

Hari pertama Ormaba, ospek universitas. Aku masih belum percaya aku bisa merasakannya. Memakai tas kresek, bawa aqua gede, pakai kaos kaki kanan putih kiri hitam, buku coklat, karena aku berjilbab jadi tak perlu berkepang 17 berpita 8 cukup nempelin pita merah putih diatas jilbab, pake papan nama 50 cm, dan bawa macam-macam-lah. Disuruh nyanyi ini itu, dibentak-bentak kadisma, semua ini menarik, karena belum pernah aku bayangkan. Ospek 3 hari pertama disuruh ini itu, dengan waktu yang mepet, akhirnya temen-temen gak kuat, minta demo. Dari awal diterima disini aku sudah berniat tidak ingin ikut macem-macem. So, aku gak ikut demo, takut macem-macem, soalnya aku kan dapet beasiswa, takut kalo macem-macem ntar dijabut lagi. Itu yang ada dalam benakku. Hanya melihat, mengamati aku saat itu. Tapi ini sangat menarik, aku merasakan atmosfer demokrasi di negara ini disini.

panitia seminar

Beberapa bulan di kampus, aku mulai mengikuti kegiatan-kegitan di kampus yang aku suka. Ikut berbagai organisasi dan komunitas. Mulai yang bergerak di bidang teknologi, bahasa inggris, blogging sampai masuk di salah satu divisi HMJ. Lagi lagi sesuatu yang sangat menarik, dulunya aku yang hanya aktif di Majalah Sekolah, kini ikutan diberbagai organisasi dan komunitas. Ditambah lagi ini komunitas dan organisasi pada menawari aku untuk jadi pengurus. Sesuatu yang menarik kan, aku SMA yang gak aktif, disini dituntut untuk aktif. Awalnya aku kurang mengerti mengapa. Cuman satu yang aku takutkan. Aku di geret tarik kesana kemari karena aku satu SMA, satu daerah dengan mas Ilham. Apalgi awal aku masuk sini aku digosipkan sebagai adiknya mas Ilham. Padahal aku aja belum tahu mas Ilham itu yang mana.haha udah digosipin sebagai adiknya. Dan aku gak tau menau kalo ternyata orang yang aku repotkan ini adalah orang yang berpengaruh dijurusan, kebetulan jurusan yang aku ambil sama dengan dia. Dan beberapa organisasi dan komunitas yang aku ikuti juga pernah dia ikuti. Haduh, tambah gak enak aku. Aku jadi merasa menumpang namanya. Apalagi dia ternyata salah satu Ketua organisasi yang kini aku tekuni, ditambah lagi dia lulus di jurusan teknik informatika tanpa molor sedikitpun. Pas 4 tahun.

Lah terus? Masak iya aku numpang namanya. Kegiatanku dikampus jadi terasa gak menarik lagi. Meski tetap aku selalu ditunjuk jadi panitia acara ini itu, jadi sie kesekretariatan, acara, pdd bahkan jadi koordinaornya. Semuanya seakan sia-sia kalo mereka menunjukku gara-gara mas Ilham. Akhirnya aku putuskan untuk bertanya kepada salah satu ketua organisasi yang selalu menunjukku. Ternyata anggapanku salah, aku diikut kan jadi panitia ini itu gak cuman melulu karena mas Ilham, tapi karena emang aku mampu..hehe *tersenyum sipu, ternyata pikiranku selama ini salah :)

artikel ini di ikut sertakan dalam lomba blog #sukasuka di genksukasuka yang di sponsori oleh bunda desi, kakjuli dan teh ani berta


TAGS kuliah beasiswa sukasuka


-

Author

Follow Me