Harapanku, Komitmen PLN

3 Oct 2012

hemat-listrikAdanya listrik memang membuat saya terbantu. Mungkin bukan hanya saya, tapi seluruh umat manusia di belahan bumi ini. Rasanya bersyukur banget bisa hidup disaat dan ditempat yang listriknya tersedia. Apalagi ditengah jaman yang semua kebutuhan kita ditunjang dengan adanya listrik. Perkembangan teknologi modern, mulai dari gadget-gadget keren yang menjadi gaya hidup baru, barang-barang elektronik pemenuh kebutuhan pokok dirumah, dan ditambah lagi saya adalah mahasiswi teknik informatika yang paling tidak menghidupkan laptop kurang lebih 3 kali sehari.

Banyak cerita tentang listrik dalam hidup saya. Termasuk dengan perusahan gede yang menangani listrik negara. Yaitu PLN (Persero). Pernah suatu saat, bahkan terjadi berulang kali, ditengah kegiatan praktikum di kampus, saat asisten praktikum menerangkan, listrik tiba-tiba mati. Secara otomatis praktikum dihentikan. Semuanya menggerutu, termasuk saya yang terkadang menyalahkan PLN karena hal ini. Ini sangat mengganggu kegiatan praktikum. Seandainya PLN memberi tahu dengan jelas bahwa pemadaman akan bergilir di daerah kampus, maka mungkin kami akan mengantisipasinya dengan mengganti jadwal untuk hari itu atau mencari solusi lainnya.

Saya bukan tidak setuju dengan adanya pemadaman listrik bergilir. Saya sangat setuju, karena listrik ini termasuk barang mahal yang harus tetap dijaga, di hemat agar kelak anak-cucu saya bisa merasakan nikmatnya hidup dengan adanya listrik. Agar kelak anak-cucu saya masih bisa menikmati terangnya malam ditengah gelapnya langit malam. Namun, yang perlu menjadi koreksi untuk PLN adalah pemberitahuan yang jelas tentang pemadaman tersebut. Karena terkadang, saat listrik padam, alasan adanya perbaikan entah yang mana yang diperbaiki juga sering sekali menjadi dalih oleh PLN.

hemat listrik

Bicara tentang anak-cucu kelak, saya jadi teringat dengan program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hemat energi itu perlu guys.. So, matikan gadget dan peralatan listrik yang tidak dipakai.

Kalau masalah menghemat listrik, saya adalah orang yang paling cerewet di rumah. Ibuk saya bahkan terkadang geleng-geleng melihat saya yang sering berceramah di hadapan kakak saya yang sering menyalakan lampu kamar di siang hari. Ini merupakan bentuk rasa syukur saya karena ada listrik dan ada PLN yang menyediakan kebutuhan listrik negeri ini. Ibuk saya dulu juga sering mengingatkan saya untuk bersyukur bisa menikmai terangnya hidup saat malam hari. “ kalau mau tidur jangan lupa sikat gigi, gak usah takut ke kamar mandi, sudah terang, bersyukur ada lampu (a.k.a listrik), dulu jaman ibuk kecil gak berani ke kamar mandi saat malam gara-gara gelap, ada lampu teplok-pun terkadang kurang membantu” kurang lebih itu adalah kalimat yang sering ibuk sampaikan pada saya saat saya kecil.

Nah, dan kalimat itu sangat ingin saya sampaikan kelak untuk anak-cucu saya yang masih bisa menikmati hidup dengan gemerlap pernak-pernik terangnya lampu malam. Jadi, banyak harapan saya untuk PLN selaku si penyedia listrik negara. Moment yang pas, saat adanya lomba blog harapanku untuk PLN yang diadakan oleh PLN dan blogdetik ini, paling tidak, harapan seorang rakyat kecil seperti saya ini bisa dibaca, didengar..

harapanku

Harapan saya untuk PLN mungkin tak muluk-muluk. Apalagi sekarang Manajemen PT PLN (Persero) telah menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktek penyelenggaraan korporasi yang bersih dan bebas dari praktek KKN. Korupsi, kolusi dan nepotisme, sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat.

Tentu suatu sistem yang baik dan berniat baik untuk menangkal adanya praktek KKN, akan terjadi efek yang baik pada kinerja bagian-bagian sistem itu. Jika ada salah satu bagian yang ternyata ada praktek KKN, maka akan merusak bagian yang lainnya. Ibarat Sistem pencernaan manusia, jika ada organ yang nyeleweng alias error maka akan mempengaruhi kinerja sistem pencernaan. Begitu pula dengan Sistem perusahaan gede seperti PLN, adanya penegasan komitmen untuk menjalankan praktek penyelenggaraan korporasi yang bersih dan bebas dari praktek KKN ini merupakan stimulus yang baik, agar bagian-bagian dari PLN faham dan menjalankan dengan baik komitmen ini, karena jika salah satu bagian saja yang terdapat human error-nya, maka sistem itu dianggap terganggu, kinerja perusahaan-pun akan dipertanyakan.

Jadi, singkatnya, harapan saya ialah jalankan komitmen itu. Tentu jalankan pada semua bagian dari PLN. Mulai dari atasan sampai bawahan. Mulai dari cleaning service sampai Direkturnya. Dan kalau perlu, undang tim ESQ untuk memberikan sentuhan emosi dan religi agar mereka mengerti bahwa KKN itu sesuatu yang memang perlu diberantas mulai dari bawahan sampai atasan.

Selain itu, harapan yang juga saya rasa perlu ialah adakan sosialisasi untuk masyarakat. Saya yakin banyak yang kurang faham bahwa listrik itu barang “mahal”, dan akan habis jika digunakan terus-menerus. Maka, perlu adanya sosialisasi dan terjun ke masyarakat langsung untuk mensosialisasikan program PLN tentang pemadaman bergilir dan program-program lainnya. Jika PLN semakin dengan dengan rakyat, tentu kita sebagai masyarakat akan semakin faham, mengerti dan tentunya akan menjalankan kewajiban kita untuk PLN jika kita dilayani dengan baik.

arya

Note : yuk hemat listrik, matikan itu gadget kalo memang lagi tidak diperlukan. Matikan itu lampu saat sinar matahari masih bisa menerangi indahnya pagi. Matikan itu AC selagi ozon masih bisa menangkal sinar UV. Tentu agar kelak anak-cucu saya dan anak-cucu anda masih bisa menikmati bumi dan berbagai keindahan lampu malam dan nikmatnya teknologi.

Postingan ini diikutkan kedalam kontes blog yang diadakan oleh PLN dan Blogdetik dengan tema Harapanku Untuk PLN


TAGS Harapanku Komitmen PLN aku dan pln harapan untuk pln


-

Author

Follow Me