Aku hanya ingin Ibuk Bahagia

4 Nov 2012

ibukSaya yakin tak hanya saya yang sepaham dengan judul diatas. Saya yakin semua anak ingin Orang Tuanya Bahagia. Terutama Ibuk. Begitu besar pengorbanan seorang ibu, mulai dari proses kehamilan sampai membesarkan anak. Banyak harapan yang digantungkan ibuk kepada anaknya, tapi banyak pula anak yang memutuskan harapan ibunya dengan sikap dan sifat buruk meski dibesarkan dengan penuh kebaikan.

Sosok Ibuk yang kuat dan sabar

keluarga ria

Berkumpul bersama keluarga besar saat Hari Raya :)

Tiga belas tahun yang lalu, tapatnya saat saya kelas 1 SD, tahun 1999, sebuah guncangan dan cobaan bagi keluarga saya, khususnya ibuk. Bapak saya, yang hampir berbulan-bulan berada di Rumah Sakit meninggalkan kami. Meninggalkan 6 anak yang masih duduk di Bangku sekolah, 1 anak yang baru lulus SMA dan 2 anak gadisnya yang sudah berumah tangga. Saat itu aku tak mengerti apapun. Yang kuingat, rumahku ramai dengan tetangga-tetangga, sanak saudara yang datang silih berganti. Pamanku duduk disebelahku dan membelai rambutku dengan raut wajah yang sangat sedih dan berduka. Aku tak mengerti.

Lambat laun aku mengerti, peristiwa itu ternyata adalah dimana aku, kakak dan adikku, dan tentu ibuk kehilangan sosok yang sangat penting bagi kelangsungan hidup kami.

Ibuk begitu kuat, ia berusaha tak menampakkan kesedihannya, ia tak menampakkan dukanya dihadapan kami, meskipun dibalik senyumnya, dibalik ia menguatkan kami, ia menangis. Aku yakin itu.

Ibuk dengan segala kekuatannya dengan segala kesabarannya, menumbuhkan kami, membesarkan kami hingga kami semua lulus SMA. Kesabarannya, kekuatannya adalah semangat bagi kami anak-anaknya. Untuk itu, kami tak pernah membiarkannya bekerja, mencari nafkah. Tidak. Ibuk tidak boleh mencari nafkah. Ibuk cukup menuntun kami hingga dewasa, Ibuk hanya boleh bahagia. Kakak laki-lakiku yang bekerja menghidupi kami.

Ibuk dengan sabar memanage keuangan keluarga, keinginannya hanya satu. Anak-anaknya bisa lulus SMA, tak seperti dirinya yang SD saja tidak sampai tamat. Ibuk ingin kami semua paling tidak mengenyam pendidikan wajib dan sampai SMA.

Ibuk yang sangat menginspirasi..

kasih-ibu

Setiap dini hari ia terbangun, melihat anak-anaknya yang tidur pulas dan tersenyum sembari berangkat ke Kamar mandi untuk berwudhu. Dalam heningnya malam, dalam dekapan sepi, ia bersujud menghadap Rabb-nya. Menengadahkan kedua tangannya sembari berdoa. Dan apakah kau tau kawan, apa yang selalu ada dalam doanya?? Anak-anaknya. Iya. Kami, anak-anaknya. Ia sebut satu-satu nama anaknya, dan membaca Al-fatihah di setiap nama anaknya.

Saya selalu menitikan airmata jika mengingatnya selalu bangun dini hari, mendoakan kami anak-anaknya, lalu menyiapkan sarapan pagi, bahkan jam 6 pagi sarapan di dapur sudah siap. Ibuk paling tidak mau anaknya telat ke Sekolah. Subhanallah, saya sangat bahagia memiliki ibuk seperti Ibuk saya.

Ibuk sedikit pendiam memang. Beliau mengekspresikan rasa sayangnya kepada kami dengan kehangatan apa saja yang beliau lakukan.

Saya susah untuk berkata-kata..

Saya mungkin adalah anak yang paling susah untuk berkata-kata. Saya juga seorang anak yang paling susah menunjukkan rasa terima kasih saya, rasa sayang saya kepada ibuk. Saya bahkan takut sekali setiap kata yang terucap dari mulut saya, setiap tingkah laku yang saya perbuat akan menyakitinya. Saya hanya bisa sedikit-sedikit mencontohnya, mencontoh kekuatannya mengahadapi cobaan, mencontoh kesabarannya, mencontoh keikhlasan yang tulus dari dalam dirinya, mencontoh ibadahnya, mencontoh segala yang ada dalam dirinya. Namun ternyata sulit.,

Az Zahra semerbak wangi Bunga..

Ini ria saat baru beberapa bulan :)

Ini ria saat baru beberapa bulan :)

Nama saya, kata ibuk saya diambil dari salah satu pemain sinetron yang cantik, bermuka indo (arab). Ya, saya terkadang selalu mencari-cari arti nama ini yang sesungguhnya. Saya-pun sok mengerti, sok tahu, dan sok mengiyakan pendapat saya sendiri. Ria Lyzara.

Ria, tentu agar saya tumbuh menjadi sosok yang ceria, gembira, bahagia dan tentu yang paling penting bisa membahagiakan setiap orang, siapapun, dimanapun ia berada.

Dan Lyzara, nah nama akhir saya ini selalu ditanya-tanyakan apa artinya. Setiap ada sesi perkenalan dalam suatu kegiatan apapun itu, selalu ada yang bertanya lyzara itu apa artinya. Dengan polos saya menjawab, “tidak tahu” :D

Namun, semenjak duduk di Madrasah Tsanawiyah dan mengerti bahasa arab sedikit demi sedikit. Saya mulai menerka-nerka (Meskipun itu belum tentu benar :P ). Lyzara. Ya, nama itu diambil dari bahasa arab, Zahra. Yang artinya Bunga. Ria Lyzara. Bunga yang wanginya, dimanapun ia berada akan membuat orang bahagia. Ya,  saya memaknakan nama saya seperti ini.

Saya tambah bahagia lagi, ternyata putri Rasulullah SAW bernama Fatimah Az Zahra. Ada nama Zahra pada nama putri Rasulullah yang ketaatan dan kesetiaannya kepada ayah dan bundanya menjadi contoh teladan yang baik bagi seluruh wanita di dunia. Bahkan Nabi sendiri  pernah menyatakan bahwa Fatimah akan menjadi “Ratu segenap wanita yang berada di Surga.”Subhanallah…

Saya bangga memiliki nama ini, dan Baby Fatimah yang lahir dari rahim seorang ibu yang gak kalah keren dari ibuk saya ini bakalan bangga juga memiliki nama seagung nama putri Rasulullah. Dan semoga saya dan Baby Fatimah bisa mencontoh sikap putri Rasulullah, Fatimah Az Zahra. Agar melekat pada dirimu sifat putri Rasulullah.

Dan tentu harapan dengan nama Fatimah Az Zahra

agar kelak saya menghiasi prilaku serta tutur kata dengan akhlak yang terpuji
Agar  melekat pada diri saya kasih sayang  dan kelembutan
Menjadi yang utama karena keikhlasan dan ketulusan
Agar kelak saya selalu berhati-hati dalam melangkah
Agar saya selalu berada dalam keadaan ikhsan
Agar saya selalu bersujud hanya kepada Allah
Sujud badan saya, sujud saya dan sujud pikiran saya
Agar kelak saya mampu meletakan dunia pada genggaman tangan saya
Bukan pada hati saya, karena jika nanti saya kehilangan  saya tak akan bersedih
Dan berlari mendekat kepada Tuhan saya..
Agar saya benar-benar bisa menjadi anak yang sholehah..

Amiin ^^

Harapan dan do’a yang tersusun rapi dalam benak..

My Beloved Mother

My Beloved Mother

Bisa dibilang harapan orang tua untuk anaknya jauh lebih banyak, pengorbanan orang tua jauh lebih banyak, do’a orang tua jauh lebih banyak untuk anaknya. Seorang anak, seperti saya hanya bisa berusaha bersikap baik dalam setiap hal berdo’a dan berharap segala kebaikan, segala kebahagiaan hadir dalam setiap detik yang dilalui ibuk.

Dimasa sekolah saya, saya selalu berusaha agar bisa masuk palik tidak 3 besar terbaik. Dan alhamdulillah dari SD ini semua bisa saya lakukan meski terkadang merosot. Ibuk selalu tersenyum bahagia jika saya masuk peringkat terbaik. Dan tetap tersenyum saat peringkat saya merosot. Ibuk pernah bilang, kalo ibuk bakalan senang banget kalo nama anaknya disebut menjadi siswa terbaik dan bisa maju dipodium sekolah. Namun sayang, saat kelulusan saya tidak bisa mewujudkannya. Semoga saat wisuda kelak saya bisa mewujudkannya. Amiin..

Selain itu, semenjak saya memiliki blog, ibuk terkadang belum faham betul blog itu seperti apa. Namun beliau senang jika saya mendapat paketan hadiah dari blog. Meski itu hanya kaos atau apapun itu. Ibuk selalu tersenyum senang. Ditambah saya bisa ke Bandung april lalu, dan semoga bisa ke Makassar bulan ini,,hehe Amin, pasti ibuk tambah senang. Dapat kacamata dari China *yang seharusnya lebih baik saya memesan frame kacamata untuk Beliau bukan untuk saya, ini kebodohan saya yang tidak berfikir panjang.astaghfirullah, semoga tetap bisa membahagiakannya..

Dan yang terucap dalam do’a saya selalu dan selalu adalah Umur yang panjang dan barokah bagi ibuk, kebahagiaan yang hakiki bagi ibuk, rejeki yang halal, melimpah, dan barokah tentunya, karena saya benar-benar berharap, ibuk bisa segera naik haji. Meskipun terkadang kalau difikir-fikir untuk umroh saja belum tentu bisa, tapi saya selalu yakin, dan berharap ibuk bisa segera naik haji. Entah kami anak-anaknya, atau salah satu dari kami segera berhasil dan bisa menaikkan haji beliau. Itu harapan besar saya. Saya ingin sekali ibuk segera bisa naik haji..

Saya berharap saya bisa membahagiakan ibuk dengan menjadi anak yang benar-benar berbakti dan sholehah. Dab saya yakin harapan Baby fatimah juga sama agar ibuk bahagia :)

“Cerita dan harapan ini diikutsertakan dalam kontes moment kebahagiaan lahirnya Baby Fatimah, #FFF Cincin Emas dan Persaudaraan Blogger Nusantara”


TAGS Aku hanya ingin Ibuk Bahagia Harapanku harapan anak #FFFStories


-

Author

Follow Me