Jangan Salah! Makassar itu Ramah | #BN2012

15 Nov 2012

rialyzaraSudah hampir sepekan berlalu, tapi serasa baru kemaren saya dari Makassar. Daerah kedua yang berawalan M dan membuat saya salah sangka. Yang pertama adalah Madura, dan yang ketiga adalah Medan. Tiga daerah ini saya rasa orang-orangnya memiliki karakter yang hampir sama. Kerja keras, optimis, ramah, dan ada dimana-mana alias memiliki jiwa petualang. Saya sering merasa ketiga daerah ini orang-orangnya kasar, sering sekali ada ribut dan sebagainya. Itu semua tentu saya dapat dari berita atau argumen-argumen dari orang-orang sekitar saya. Bahkan semenjak saya kecil, keluarga saya yang notabennya masih ada keturunan Maduranya, saat SD tepatnya, teman-teman saya membuat kesan yang tidak meng-enak-kan, ya semacam mengejek atau apa ya..hemm,, ya pokoknya intinya mereka terkesan tidak suka dengan etnis Madura yang terkadang terdengar nada suaranya tinggi. Dan meski berasal dari keluarga yang masih keturunan Madura, pikiran saya juga teracuni dengan animo-animo orang-orang sekitar saya.

Namun! sedikit demi sedikit pemikiran saya terhadap tiga daerah, tiga etnis ini memudar satu demi satu. Madura, saya sekarang tinggal disini. Dan saya membuktikan bahwa Madura tak se-negatif yang mereka kira, Madura tak sekasar yang mereka sangka. Dan sepekan lalu, saya tiga hari di Makassar. Awalnya kakak saya mewanti-wanti agar saya menjaga “mulut” saya, alias gak boleh ngomong macam-macam saat di Makassar. Kakak takut dengan kejadian beberapa pekan lalu tentang tawuran mahasiswa di Makassar dan sebagainya. Tapi, lagi dan lagi. Jangan lihat sebelah mata say.. Makassar, kota yang sekarang lagi berkembang, banyak pembangunan dan mulai maju, bahkan lebih maju dari tempat saya tinggal. Dan orang-orangnya tak kalah ramah dari teman-teman saya di Madura. Mereka ramah, meski nada bicaranya juga membuat saya kaget diawal, tapi selang beberapa saat anda akan tahu maksud dan keramahan mereka..

Sedikit cerita yang selain di kepanitiaan #BN2012 yang memang asli orangnya baik-baik dan ramah-ramah :) . Sesampai di bandara, kami ternyata sudah ditunggu daeng cakep, namanya daeng Ratu’. Sedikit menunggu beberapa blogger lain yang juga mendarat di jam segitu. Setelah cukup, kami berlima kalau ditotal bergerak menuju parkiran mobil. Dan disana sudah ada Daeng supir yang sedang menunggu kami, daeng Ratu’ enggak ikut dengan kami, dia masih menunggu blogger lainnya. Nah, kami sekarang bersama daeng supir yang saya lupa namanya..hehe, beliau ramah sekali, kami tanya beliau jawab dengan senyum dan nada khas Makassar. Setiap ada tulisan “Makassar”, saya pengen sekali foto disitu. Dan jreng, beliau malah menawarkan diri, bagaimana kalo saya dan kawan-kawan blogger lainnya berfoto di Uniersitas Hasanuddin saja. Saya langsung meng-iya-kan lah. Kami diajak mengelilingi kampus Unhas, yang ternyata deket dengan lokasi penginapan. Kami foto-foto bentar dengan tulisan gede Unhas. Dan beliau menawarkan diri jadi fotografernya. baik kan??haha

unhas

Dan lagi. Saat sampai dipenginapan, Jumat sekitar jam 10an waktu setempat, saya dan beberapa rekan  blogger ingin keluar sebentar untuk mengisi perut yang sedikit keroncongan. Dan coto Makassar adalah pilihan pertama saya, dan tidak disetujui mereka, meskipun akhirnya saya yang menang,haha. Coto Makassar-lah yang menjadi menu pertama, makanan pertama yang saya makan di Makassar. Nah, saat keluar dari penginapan, masyaAllah, Makassar panas juga. Sama dengan Madura. Tak jauh beda. Dan kendaraan juga padat, tak jauh beda dengan Surabaya. Dan disaat lapar, siang-siang begini pasti emosi gampang banget terpancing. Kami tak tahu jalan, mau kemana nich? pikir kami. Saat kami bingung mau belok ke kiri atau menyebrang jalan. Seseorang menegur kami, lebih tepatnya menyapa namun langsung dengan pertanyaan. Dan nada bicaranya sedikit membuat saya kaget, saya kira saya dimarahi karena sudah dipinggir jalan dan gak nyebrang-nyebrang malah ngobrol aja.hehe, Ternyata, beliau tidak sedang memarahi kami. Beliau bertanya meski juga masih sibuk dengan kerjaannya, entah tukang parkir atau kernet PetePete [angkot di Makassar] yang lagi sibuk nyari penumpang. Beliau juga tidak sedang menawarkan Petepete-nya, beliau masih sibuk mencari penumpang lain. Tapi masih sempatnya memperhatikan kami dan bertanya kami sedang mencari apa dan mau kemana. Jawaban kami simple, kami sedang mencari tempat makan. Beliau menjelaskan dengan rinci dan malah memilihkan tempat yang lebih banyak tempat makan (warung)nya termasuk warung Coto, yaitu diseberang. Ommo, baik kali ni orang. Pandangan ria sudah berubah sedikit demi sedikit..

Masih di hari yang sama, hari pertama kami disini. Ada sedikit kejadian lucu yang ternyata juga sudah dialami @mashendri blogger dari Solo. Di rumah makan yang kami tuju, kami memesan coto Makassar dan segelas es teh. dan penjualnya sedikit kebingungan. Apa itu es teh. haha, ternyata sepertinya di Makassar tidak ada es teh. dan kami akhirnya memilih teh botol. Kami banyak bertanya kepada di empunya warung, maklum, kami tak mengerti sepenuhnya disini. Termasuk ketupat yang ternyata disetiap meja sudah disediakan.hehe, Namun, kesabaran mereka cukup T O P dah, apalagi, sipenjual coto itu, dengan polosnya saya meminta beliau untuk memotret kami dan jreng jreng, beliau mau. haha, sungguh pembeli yang sangat merepotkan :D

coto

Ini masih sebagian dari keramahan mereka, belum lagi moment penculikkan oleh warga sekitar yang ternyata penculika itu sangat menyenangkan, dan bahkan saya mau lagi..hehe, nantikan cerita saya tentang penculikkan beberapa blogger dari Madura, Ende, Solo dan Surabaya segera.hoho

Note : Makassar tak sekasar yang kamu kira guys :) saya juga pernah membahasnya disini.. So, Datang dan buktikan :D

Selanjutnya Medan :) saya akan kesana suatu saat :D


TAGS makassar ramah


-

Author

Follow Me