Persahabatan Abadi Bromo dan Terios 7 Wonders

5 Sep 2013

edelweissAnaphalis javanica (Javanese Edelweiss), tumbuhan endemic zona Montana yang banyak ditemukan di daerah pegunungan di Jawa. Bunga cantik yang dikenal sebagai bunga abadi ini pernah saya dapatkan, dari seorang sahabat di kampus yang baru pulang dari pendakian di salah satu gunung termahsyur di Jawa, bahkan Indonesia. Gunung Bromo.

Bunga cantik yang dengan akrab menyapa para pendaki dan menyuguhkan keindahan dan keabadian dari pesona elok tampilannya. Edelweiss, buah tangan dari seorang sahabat yang berharap persahabat an kami-pun akan abadi seperti halnya bunga ini. Edelweiss.. Bunga pertama yang saya terima dari seseorang. Ya, bunga ini sangat berkesan. Selain keindahannya yang mengesankan, ditambah keabadian yang tak luput dari pandangan. Saya mulai menerawang dan penuh harap ingin sekali melihatnya langsung di tempatnya tumbuh, di lereng-lereng dan puncak gunung. Menyapa dengan indah dan penuh rasa bangga menyajikan ciptaan Tuhan yang sangat indah, hamparan pasir yang luas, gunung-gunung indah tempatnya berpijak, dan pesona elok fajar menyingsing dari sela-sela bunganya. Aaaa, saya iri sekali dengan sahabat saya ini. Bercerita dengan penuh semangat dan rasa menggebu-gebu, Bromo-Tengger dan Indonesia tercinta.

Tak hanya sahabat saya ini yang begitu bangga dan senang bercerita tentang Bromo, teman-teman saya di kampus, para Petualang yang sering sekali menyempatkan liburannya untuk mampir menikmati Matahari Bromo. Membuat saya semakin ingin mencium aroma hamparan pasirnya, membelai udara dinginnya, menikmati kepulan asap putih dari kawah eksotisnya. Dan tentu saja, melihat prosesi yang belum pernah saya lihat, Upacara Kasada. Upacara adat yang saat Ibu Guru Mata pelajaran Sejarah saya saat sekolah dulu, bercerita tentang hal ini, maka saya akan mendengarkan dengan seksama. Saya tertarik dengan upacara ini, ingin sekali bisa melihatnya langsung. Saya jadi teringat dengan cerita guru saya ini tentang masyarakat Tengger yang terkenal dengan kesabaran dan kejujurannya, serta masih berpegang teguh pada adat dan istiadat Hindu Kuno.

Biarkanlah saya bercerita sedikit tentang sejarah suku Tengger dan surganya Indonesia, Bromo.

Junjungan Tinggi Adat Istiadat Suku Tengger, Bromo

kasada

Gunung Bromo, gunung berapi yang masih dan sedang aktif ini berasal dari bahasa Sansekerta, Brahma, salah seorang Dewa Utama ajaran Hindu. Dan suku tengger adalah warga asli yang tinggal di kawasan Gunung Bromo. Mereka meyakini bahwa mereka adalah keturunan langsung dari pengikut Kerajaan Majapahit. Nama Tengger-pun berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Tengger diambil dari kata akhiran kata dari dua nama tersebut. Konon katanya, mereka adalah keturunan dari Roro Anteng, seorang putri dari Raja Majapahit dan Joko Seger yang merupakan putra dari seorang Brahmana. Keduanya membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger ini kemudian menamakannya sebagai Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger atau artinya Penguasa Tengger yang Budiman.

Dan mengutip dari sebuah website tour gunungbromo.com, disebutkan bahwa Rara Anteng adalah wanita yang sangat cantik sehingga banyak pria berebut memperistrinya. Akan tetapi, Rara Anteng sendiri jatuh hati pada seorang putra brahma bernama Joko Seger. Hubungan mereka terhalang oleh seorang penjahat sakti bernama Kyai Bima dan ingin menjadikan Rara Anteng sebagai istri. Rara Anteng menolak pinangan Kyai Bima dengan isyarat mengharap dibuatkan lautan pasir di atas gunung dalam waktu satu malam. Tidak dikira ternyata Kyai Bima menyanggupinya kemudian berupaya membuat lautan pasir menggunakan tempurung (batok) dan untuk mengairi lautan pasir tersebut dibuatlah sumur raksasa. Melihat Kyai Bima hampir berhasil, Roro Anteng kemudian bergesgas menggagalkannya dengan cara menumbuk padi sekeras mungkin agar ayam berkokok dan burung berkicau sebagai pertanda pagi hari telah tiba. Hal itu ternyata membuat Kyai Bima terkecoh dan menyerah sehingga meninggalkan pekerjaannya. Sisa-sisa pekerjaan Kyai Bima terlantar di kawasan ini, yaitu: hamparan lautan pasir di bawah Gunung Bromo yang disebut Segara Wedhi, sebuah bukit berbentuk seperti tempurung di selatan Gunung Bromo yang disebut Gunung Batok, serta gundukan tanah yang tersebar di kawasan Tengger, meliputi: Gunung Pundak-Lembu, Gunung Ringgit, Gunung Lingga. Gunung Gendera, dan lainnya.

Ya, kutipan tersebut senada dengan apa yang pernah diceritakan oleh ibu guru sejarah saya saat mts dulu :)

Tak dapat terelakkan, dengan adanya suku tengger dengan budaya Hindu Lamanya, membuat pesona Gunung Bromo menjadi semakin menarik. Dan tentu masuk kedalam 7 Keajaiban Nusantara. Dengan Hamparan luas pasirnya, kepulan indah asap putih kawahnya, masyarakatnya, keindahannya, dan segala pesonanya. Tapi, bagaimanakah dengan akses jalan menuju Gunung Bromo? Saya tak faham, saya belum pernah kesana. Saya mulai bertanya sana-sini. Tentu dengan mereka yang sudah pernah ke Surga Indonesia ini.

Mudah/ Sulitkah akses pendakian di Gunung Bromo?

bromo

Ada empat daerah yang menjadi gerbang menuju Kawasan Wisata Bromo. Diantaranya Desa Cemorolawang di Probolinggo, desa Wonokitri di Pasuruan,desa Ngadas Tumpang di Malang dan desa Burno di Lumajang. Dari penuturan teman-teman saya, kawasan wisata ini sudah banyak didukung dengan sarana maupun prasarana yang baik. Mulai dari penginapan, hotel dan transportasi yang mudah ditemukan.

Namun, kita berbicara tentang alam. Gunung. Kenapa saya saat SMA belum boleh pergi berpetualang ke gunung? Ya, karena tak semua medan yang ada di Gunung dapat dilalui dengan mudah. Bromo sangat istimewa dengan hamparan lautan pasirnya yang luasnya sampai 10km persegi. Tentu tak mudah juga jika ingin melaluinya.

Dan keindahan Matahari terbit beserta panorama gunung Semeru, gunung Bromo dan gunung Batok dengan hamparan luas pasirnya akan dapat dinikmati dengan senikmat-nikmatnya dari puncak gunung Penanjakan. Namun, untuk mencapai puncak ini jika harus dengan berjalan kaki, tentu tak mudah, karena medannya-pun tak mudah dilalui.

Meskipun tak mudah alias sulit, namun hal itu pasti terobati dengan keindahan Bromo Sunrise yang mahsyur ini. Setelah puas, bisa pula melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung Bromo yang tentunya medannya tak mudah. Harus melewati lautan pasir yang membentang luas.

Mungkin rasa capek tak terbayang dalam benak. Setelah melewati luasnya hamparan pasir Bromo, jika ingin naik ke Puncak Bromo, dilanjutkan dengan perjalanan menuju puncak Bromo yang tentunya dengan jarak tempuh yang lumayan. Dan tentu rasa capek itu akan terobati dengan indhanya fenomena alam Indonesia.

Namun, adakah kemudahan akses melihat indahnya alam Bromo ini? InsyaAllah. Tentu ada. Bagaimana caranya?

Tangguh, Aman, Nyaman, dan tentunya Sahabat Petualang

terios

Kemudahan dan kenyamanan akses untuk sampai di puncak Bromo? Tentu ada. Saya membaca beberapa referensi dan rujukan beberapa teman. Kita bisa melewati lautan luas pasir Bromo, naik ke puncak Pananjakan, dan tentunya Puncak Bromo, dengan menggunakan mobil. Ya, kita diperbolehkan menggunakan mobil dikawasan ini. Dan disana-pun banyak sekali mobil sebagai transportasi yang disewakan. Namun, mobil manakah yang paling pas agar kita tetap aman, nyaman dan tentu orang tua di rumah tidak khawatir?

terios nyaman

Mobil Tangguh yang bisa menjadi Sahabat Petualang-lah yang bisa menjawab segala pertanyaan yang ada dalam benak. Saya mulai searching. Mobil seperti apa yang dimaksud teman saya, dan beberapa rekomendasi informasi di internet. Dan ketemulah satu kata, Terios.

Mobil keluaran Daihatsu ini telah menghipnotis para Petualang dengan performanya yang benar-benar tangguh dan cocok disebut sebagai sahabat petualang.

Ini nich peforma tangguh Terios yang menghipnotis para sahabat petualang:)

terios7wonders7 Keajaiban Nusantara dalam Petualangan 7 Wonders

my chance

Saya pernah dan masih ingat dengan kalimat dosen saya, Tidak mengharap adalah cara terbaik menerima sebuah kejutan. Namun, bolehkah saya mengharap dan akhirnya mendapat kejutan indah? Ya. Semoga saja :))

Kesempatan apa yang saya maksud?

Tujuh destination. Tujuh Keajaiban Nusantara yang akan dikunjungi. Pantai Sawarna, Desa Kinahrejo Merapi, Tengger Bromo, Ombak Plengkung Alas Purwo, Desa Sade Rambitan Lombok, Dompu NTB, Pulau Komodo. Ya, Pesona Tengger Bromo masuk kedalam 7 Keajaiban Nusantara yang saya maksud. Termasuk pula 7 Keajaiban Dunia yang baru, pulau Komodo. Adakah orang yang akan menyianyiakan kesempatan ini?

Saya, mahasiswa dengan beasiswa pemerintah mungkin tak bisa berharap banyak bisa mengelilingi alam Indonesia yang begitu indah. Mungkin itu impian yang tak pernah terbayangkan jika bisa terwujud. Namun, this is a chance. And this is a Challenges. Ini kesempatan bagi saya sekaligus tantangan bagi saya.

Petualangan Terios 7 Wonderssudah pernah saya dengar setahun yang lalu. Dari platform blog ini juga. Saya mulai tertarik dan membaca pengalaman Petualangan mereka tim 7 Wonders. Iri? Tentu saja :))

Saya ingin merasakan petualangan tersebut. Tentu dengan para Sahabat Petualang. Merasakan santai dan nyamannya perjalanan jauh, merasakan persahabat an yang mulai tersambung dengan apik, keberanian, kehebatan dan ketangguhan yang akan mulai muncul perlahan dalam diri. Tnetu karena disupport dengan adanya Terios, mobil tangguh ini.

Dan jika impian ini benar-benar terealisasikan, maka insyaAllah semoga Allah mengijabah, maka saya akan melakukan 7 WONDERS bagi saya :)

W = WOW! Saya pasti akan terkejut. Ini adalah kejutan yang sangat menyenangkan. Meski hanya masuk 25 finalis. Itu adalah hal yang sangat mengejutkan dan menyenangkan. Dan akan sangat menyenangkan jika mendapat gadget kerennya.

O = Oh.. Thanks God ! Ini adalah hal yang sangat menggembirakan. Tentu rasa syukur tak mungkin lagi terlekakkan. Mengucap ribuan rasa syukur kepada Sang Pencipta, menelfon ibuk, mengabari orang-orang rumah.

N = Narsis ! Tentu saja, setiap titik adalah moment bagi saya. Hal yang mungkin akan berulang dan mungkin juga tak akan berulang. Maka perlu adanya pengabadian dalam beberapa jepretan :D

D = Delighted ! Tentu saja, tentu saya akan sangat senang dan gembira :D

E = Energetic ! Saya masih muda dan penuh dengan semangat . Semangat berbagi hal dan pengalaman bahkan hal-hal motivatif itu perlu bagi sesama pemuda. Dari pengalaman ini saya tentu bisa berbagi pengalaman dan tentu memotivasi teman-teman saya para pemuda untuk terus penuh semangat dan kerja keras :D

R = Role Sector. Saya seorang mahasiswa, saya juga seorang blogger, saya juga pengguna media social. Tentu saya akan berperan sesuai dengan peran saya sebagai saya :D. Spreading loving virus Sahabat Petualang tentunya :)

S = Sharing kepada teman-teman baik teman media social maupun teman-teman di kampus tentang pengalaman saya bersama Terios 7 Wonders.

Sipp. Semoga harapan ini membuahkan kejutan dan begitu pula dengan anda. Semoga tulisan ini bermanfaat yang tentunya bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin mempunyai mobil yang memiliki performa apik :))

Sumber gambar:

http://www.daihatsu.co.id/

http://www.wordpress.com with lisensi

http://www.flickr.com/




TAGS terios 7 wonders petualang gunung bromo tengger bromo keajaiban nusantara


-

Author

Follow Me