PLN Gak Cuman Gadang Penggunaan Listrik Efisien tapi juga AntiKKN

14 Oct 2013

lampuSumber energi yang satu ini sangat kita butuhkan. Tak hanya saya, saya yakin anda dan setiap manusia di belahan bumi manapun membutuhkannya. Ia disalurkan melalui kabel. Ia berasal dari kondisi partikel subatomik tertentu seperti elektron dan proton yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya diantaranya. Ya, dialah energi listrik. Energi yang membuat kegiatan kita sehari-hari menjadi lebih terbantu, nyaman dan mudah.

Penggunaan utama dari energi listrik ialah untuk penerangan. Bayangkan saja kalau tidak ada listrik? Penerangan di malam hari mungkin akan seperti jaman dahulu kala, hanya melalui api. Dan mungkin internet-pun tidak ada. Gadget yang anda pegang-pun tidak ada. Ya, karena dengan adanya energy listrik, handphone, tablet atau laptop anda ini bisa menyala. Bersyukur sekali bisa hidup di jaman sekarang dengan persediaan energi listrik yang melimpah.

Nah, dengan persediaan yang melimpah ini bukan berarti kita menggunakannya se-maksimal mungkin. Tapi, akan lebih baik jika kita gunakan se-efisien mungkin, dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi yang lebih sedikit. Manfaatnya tentu banyak sekali, selain hemat secara komersial, kita juga membantu “melindungi kehidupan”. Mengurangi emisi dengan penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah dan mengurangi perubahan iklim yang sekarang sudah kita rasakan.

Konstribusi dan kekhawatiran saya dengan “Hemat Listrik”

hemat listrik

Jika boleh menilai diri saya sendiri, saya rasa saya adalah orang yang paling iri alias hemat di lingkungan saya (^^)v. Hemat saya ini tentu bukan karena tidak ada alasan. Tentu ada sebab dibalik apa yang saya lakukan. Termasuk kegiatan saya yang sering membuat sebel teman-teman di kos-an. Ngomel-ngomel gak jelas kalo pompa air listrik gak segera dimatikan padahal gak dipakek, mematikan TV di ruang tamu karena gak ada yang nonton [ buat apa coba TV dinyalain kalo gak ditonton -"], matiin lampu kamar kalau berangkat ke kampus [ kan gak ada orang, kenapa harus dinyalain? Kan gak dipakek..], dan banyak hal seperti mengingatkan mereka untuk mematikan lampu dipagi hari.

Selain di kos-an, di kampus-pun jika ada ruang kuliah yang kosong, LCD, kipas angin atau lampu-nya masih nyala, tak segan saya masuk dan menghentikan aliran listrik dengan mematikannya melalui saklar. Terkadang teman-teman saya merasa aneh, melihat saya tiba-tiba berhenti, masuk ruang kuliah orang dan mematikan lampu ataupun kipas angina. Lha wong gak ada orang, gak dipakek, kenapa harus dinyalakan? Kenapa aneh? Ini termasuk konservasi energi loh. Walaupun mungkin sepele, tapi ini penting menurut saya. Kalau ada pemilihan Duta Energi khususnya Listrik dan Air, mungkin saya akan mendaftar.hehe

Namun, terkadang saya juga berfikir. Apa yang saya lakukan [ meskipun sepele paling tidak membantu menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga paling tidak mengurangi naiknya biaya energi dan dapat pula mengurangi impor energi meskipun mungkin 0,00 sekian persen.. ] ternyata malah menjadi “ladang emas” bagi para pejabat yang terkadang “bejat”. Saya sering berfikir, “ngapain repot-repot matiin lampu, matiin TV , matiin kipas angin yang gak dipakek, paling kalaupun menghemat juga di korupsi orang-orang berdasi”. Kalimat itu sering sekali terbesit di otak saya.

Salah satu penyedia Energi khususnya energi listrik di Negara ini, Perusahaan dibawah BUMN yaitu PLN ( Perusahaan Listrik Nasional). Pelayanan terhadap pelanggan seperti ini merupakan peluang yang sangat besar untuk melakukan “penyelewengan” alias korupsi. Siapa yang tahu kalau tiba-tiba listrik mati tenyata adalah bukan karena konsleting ataupun pemerataan energi, melainkan dalih permainan uang agar bisa masuk ke rekening pribadi? Saya sendiri kurang paham, namun kekhawatiran saya ini tentu beralasan. Banyak sekali pejabat yang korupsi. Tentu saya khawatir. Saya terlanjur sering disebelin teman-teman kos-an, sering dianggap aneh, eh ujung-ujungnya malah mempertebal kantong mereka yang berdasi dan duduk-duduk santai sambil bermain gadget di kantor ber-AC.

Potensi korupsi, suap, serta mungkin pungutan liar di PLN, terutama pada bagian pelayanan terhadap pelanggan serta dalam proses pengadaan barang dan jasa sangatlah besar. Ternyata PLN menjawab itu semua. Bukan menjawab dengan meng”iya”kan dengan menerapkan praktek korupsi, namun menjawab dalam bentuk tindakan pencegahan berupa komitmen yang sangat keren menurut saya dan patut di contoh lembaga lainnya. Komitmen ini bertajuk “PLN Bersih”.

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di Sapu Bersih oleh PLN Bersih

logo-pln-bersih

Kekhawatiran saya akan praktek KKN ditubuh penyedia energi listrik Nasional ini ternyata sedikit berlebihan. Saya belum tahu kalau ternyata PLN telah menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktek korporasi yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu PLN sekaligus menegakkan Good Corporate Governance dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat.

Sistem yang dibuat sedemikian hingga tidak ada kesempatan untuk para antek-antek KKN melakukan yang namanya korupsi di tubuh PLN. Jika sistem yang baik ini dibangun dan berjalan dengan baik, maka akan terwujudlah sistem yang menangkal praktek-praktek korupsi. Termasuk salah satu bentuk ketegasan komitmennya untuk menjadi PLN bersih adalah dengan sebuah tindakan nyata. Yaitu PLN menjalin kerjasama dengan jaringan organisasi global anti korupsi yaitu Transparency International Indonesia atau yang lebih dikenal dengan TII.

Kerjasama ini ternyata sudah berjalan semenjak Maret tahun lalu. Sudah setahun lalu. Dan ternyata saya baru tahu, dan mungkin anda juga baru tahu? Ya, inilah tugas saya sebagai blogger untuk menyebarluaskan informasi-informasi positif seperti ini.

Tepatnya 6 Maret 2012 di kantor PLN Pusat, moment yang sangat penting, penandatangan nota kesepakan kerjasama PLN-TII oleh Dirut PLN dan Ketua Dewan Pengurus TII. Kerjasama ini tentu bertujuan untuk memastkan bahwasanya PLN sungguh-sunggu menerapkan praktek GCG dan anti korupsi dalam penyediaan listrik bagi masyarakat Indonesia.

Nah, TII ini memang khusus bergerak dibidang ANTIKORUPSI. Tranparency International di Indonesia ini merupakansalah satu chapter dari jaringan global antikorupsi yang mempromosikan tranparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis dan masyarakat sipil. TII bersama 90 chapter lainnya berjuang untuk membangun dunia yang bersih dari praktek dan dampak korupsi. Sistem yang memadukan kerja think-tank dan gerakan social ini juga mengembangakan Pakta Integritas sebagai sistem pencegahan korupsi di birokrasi pemerintahan.

Komitmen PLN yang sangat tinggi dengan bekerjasama dengan lembaga yang pas tepat inilah yang merupakan langkah strategis untuk memperbaiki sistem didalam tubuh PLN. Membangun dan membentuk sistem yang sustainable yang sejalan dengan penerapan GCG dan prinsip antikorupsi merupakan tonggak agar public-pun tahu bahwa kondisi PLN akan semakin baik.

Upaya PLN untuk bersih-bersih KKN

pln antisuap

Upaya PLN dalam menyapu bersih KKN dalam tubuhnya diwujudkan dalam programnya PLN bersih yang sudah saya sebutkan diatas. Dalam PLN bersih ini ada 4 pilar utama yang menyokongnya, yaitu :

1. Partisipasi, keikutsertaan para pegawai PLN dan seluruh stakeholders dalam berkomitmen dan menjalankan serta mendukung program PLN Bersih ini dengan baik

2. Integritas, integritas dari para pegawai dalam bekerja melayani masyarakat sangat penting, yaitu dengan membangun budaya PLN Bersih

3. Transparansi, keterbukaan informasi dan sikap responsif terhadap permintaan informasi public sangat menentukan dan penting dalam membangun budaya PLN Bersih

4. Akuntabilitas, dalam pilar ini menuntut pegawai PLN untuk selalu responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dan mendukung implementasi wishtle blower system dan program pengendalian gratiikasi.

Dari empat pilar tersebut, PLN telah melaukan inisiatif berupa upaya untuk mencegah tindak korupsi, diantaranya :

  • Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN.
  • Melakukan perubahan aturan pengadaan barang dan jasa.
  • Membuat sistem penanganan keluhan pelanggan. Contohnya dengan adanya Contact Center 123, Official Fans Page PT. PLN (Persero) dan twitter @pln_123
  • Membangun whistler blower system bagi karyawan PLN.
  • Memudahkan karyawan yang ingin menyerahkan barang terindikasi gratisikasi.
  • Melakukan multi stakeholder forum (mitra PLN) dengan membuat komitmen dan deklarasi bersama untuk tidak melakukan suap dan korupsi.
  • Dan masih banyak informasi yang bisa anda di website resmi PLN, http://www.pln.co.id/pbpd/index.php

Saya seorang Blogger mendukung PLN Bersih

RIALYZARASebagai seorang mahasiswa Teknik Informatika yang setiap hari menyalakan laptop yang cukup menyerap energi listrik, saya merasa harus untuk menghamatnya. Sikap saya yang seperti saya ceritakan diatas adalah salah satu bentuk konstribusi saya untuk menghemat listrik, mengingat saya mengkonsumsi listrik juga banyak.

Dan saya sebagai warga negara Indonesia merasa harus mendukung programPLN yang mencegah adanya praktek KKN ini. Apalagi dengan sikap dan kekhawatiran akan sikap saya yang terlalu hemat listrik seperti yang saya ceritakan diatas. Tentu saya sangat mendukung.

Bentuk dukungan saya lainnya ialah dengan menginfomasikan kepada masyarakat melalu blog tentang program PLN Bersih ini. Tulisan ini selain untuk mengikutikontes blog bahwa Blogger mendukung PLN bersih, juga salah satu bentuk konstribusi agar para onliner tau tentang program ini.

Tulisan diikutsertakan dalam kontes Blog yang diadakan oleh PLN dan Blogdetik dalam rangka memperingat Hari Listrik Nasional yang ke- 68

Referensi :

http://pln.co.id

http://plnbersih.com


TAGS PLN PLN bersih Komitmen PLN antiKKN


-

Author

Follow Me