Ngobrol Asyik Komunitas Batu Trowulan

26 Dec 2013

trowulanBeberapa hari yang lalu. Baru kali itu saya menghadiri sebuah event yang isinya bapak-bapak pengrajin batu. Kalau biasanya saya ngobrol asyik bersama komunitas blog atau IT. Kali ini terasa berbeda sekali. Karena saya sedang menghadiri sebuah event bertajuk Ngobrol Asyiiik Bersama Komunitas, dan komunitas yang dirujuk adalah Komunitas Batu Trowulan.

Trowulan adalah Pusat dari Kerajaan Majapahit. Di kawasan Trowulan banyak ditemukan situs dan artefak-artefak yang merujuk kedalah sejarah dan kehidupan masyarakat kuno jaman Majapahit dahulu. Saya masih ingat sekilas tentang kerajaan Mojopahit dan Trowulan yang seharusnya jadi pusat kajian sejarah Majapahit. Namun sayangnya, eksistensi Trowulan dalam mata masyarakat sangat kurang. Bahkan teman-teman saya sendiri banyak sekali yang tidak tahu trowulan itu apa, dimana dan untuk apa kesana.

Namun dibalik itu semua tentu ada upaya agar Trowulan dilihat di mata Indonesia bahkan dunia. Bukti usaha dan eksistensi-nya ialah adanya Komunitas Batu Trowulan yang dengan hasil karya-nya berupa berbagai macam patung yang asli dari batu.

komunitas asyik

Tentu ada kendala dalam usaha melestarikan karya seni murni ini. Komunitas Patung Trowulan sangat beruntung karena Sampoerna Kretek mendukung usaha mereka. Acara ngobrol asyiik bersama Komunitas di Trowulan, Mojokerto inipun diadakan oleh Sampoerna Kretek.

herry

Acara santai dan asyiik ini dihadiri oleh Herry Maizul, S.sn. Seorang seniman yang memiliki totalitas dalam karya seni berupa patung asal Padang yang kini tinggal di Yogjakarta. Om Herry ini sangat familiar, saya sepertinya pernah tahu tentang beliau. Dan saat saya konfirmasi ternyata benar. Beliau pernah diliput oleh program TV, dan saat itu saya melihat program tersebut. Saya sangat mengapresiasi karya dan usahanya yang sangat sukses.

Beliau berbagi pengalaman dalam menghasilkan karya-karya patung dan tentu pemasarannya kepada Komunitas Batu Trowulan. Dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan berbagai ide menarik muncul satu persatu. Bertukar informasi, ide, saran, dan diskusi ini disampaikan langsung antara om Herry, Komunitas Batu Trowulan dan tentunya pihak Sampoerna Kretek.

Banyak hal yang dapat saya petik dari event ini. Salah satunya adalah, ingatlah sejarah, lestarikan jika kita tidak bisa melestarikan dalam bentuk karya, lestarikan dalam bentuk informasi dan pengetahuan. Tulis dan bagi tentang mereka. Agar eksistensi mereka di mata dunia terjaga dan terus meninggi. Dan jangan lupa bahwa Majapahit adalah Kerajaan, bahkan Negara jaman kerajaan dahulu yang paling besar wilayahnya. Sungguh sedikit miris saat saya bercakap dengan beberapa teman saya bahwa saya akan ke trowulan dan mereka menanyakan dimana itu trowulan dan untuk apa kesana. Maka ini tugas kita sebagai masyarakat Indonesia untuk melestarikan sejarah ini ke pemuda-pemuda, remaja-remaja Indonesia.


TAGS komunitas batu trowulan budaya mojopahit


-

Author

Follow Me