Hanya sebuah kisah dan apakah hanya sebatas #TerimaKasihSBY ?

20 Oct 2014

Seseorang tetangga, kebetulan PNS pernah menasihati ibu saya bahwasanya jaman sekarang (pada saat itu tahun 2011) tidak ada kuliah yang tidak bayar mbak Choir ( nama ibuk saya Choiriyah :) ). Semuanya bayar.

Dan kalimat tersebut membuat ibuk saya bingung harus bagaimana, nelangsa, dan berbagai perasaan campur aduk terlihat dari sorot mata dan sikap beliau. Baru pertama kali itu ibuk saya mengajak saya berbicara berdua. Serius. Terjadilah diskusi diantara ibuk dan saya.

Ibuk : Lyza ( panggilan saya di rumah), sampean beneran pengen kuliah?
Saya : nggeh buk. Kulo pengen kuliah.
Ibuk : Jare mbak **** kuliah itu gak ada yang gratis, semua bayar. Piye nduk? Ibuk gak ada biaya, mas-masmu ya kerjone kayak gitu [singkat kalimat dari ibuk seperti itu, detailnya saya lupa J ]. Sampean beneran pengen kuliah?
Saya : Pengen buk. Pun ibuk mboten usah mikir biaya. Kulo Pasti dapet beasiswa.

Kalimat terakhir saya ucapkan dengan penuh keyakinan kepada ibuk. Suasana hati saya berkecamuk. Ibuk saat itu terlihat sekali bingung harus cari biaya kemana. Dengan nada bicara yang pelan dan penuh dengan nafas deg-degan. Saya juga. Tapi saya meyakinkan beliau bahwa saya pasti bisa dapat beasiswa.

Iya. Alhamdulillah, setiap perjuangan pasti membuahkan hasil. Saya mendapatkan beasiswa bidikmisi. Program beasiswa bagi anak bangsa yang memiliki kemampuan secara akademik namun memiliki kesulitan ekonomi. Kuliah, yang di mata masyarakat kalangan menengah kebawah, mahal ternyata bisa ditempuh dengan gratis. Semenjak 2010 dalam program 100 hari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bidikmisi mulai menjawab peluang bagi siswa-siswi dari kalangan kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Saya salah satu dari yang beruntung menjadi bagian dari keluarga Bidikmisi. Tentu awalnya Kuliah adalah suatu mimpi yang tak berani untuk diucapkan. Saya mengejar sekolah kedinasan agar bisa sekolah secara gratis, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Dengan bidikmisi saya bisa kuliah di Universitas Negeri dengan segala fasilitas yang mendukung ditambah uang saku untuk bayar kos dan makan setiap bulannya. Dan Alhamdulillah sekarang sudah semester ke tujuh saya kuliah full karena bantuan BIDIKMISI. Dan tentu Bidikmisi adalah program dari kerja keras Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional yang dipimpin oleh bapak Mohammad Nuh. Dan sebuah apresiasi yang sangat besar bagi saya dan mungkin mewakili teman-teman bidikmisi kepada bapak Susilo Bambang Yudhoyono atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara, dengan visi dan misi yang kuat dan terus mendorong kemajuan bangsa, salah satunya adalah dengan program ini. #TerimaKasihSBY

Saya memiliki beberapa pengalaman dengan bapak SBY. Mulai dari gagal bertemu beliau sampai akhirnya akhirnya bertemu juga karena bidikmisi.

Gagal bertemu Orang Nomor 1 di Indonesia

Forum Bidikmisi Nasional 2012

Forum Bidikmisi Nasional 2012

Akhir tahun 2012, saya terpilih menjadi salah satu mahasiswa bidimisi berprestasi yang diundang langsung oleh Kemendikbud untuk datang ke Jakarta. Selama 4 hari kami disambut dan dimanjakan dengan berbagai ilmu dan pengalaman. Salah satu agena kami adalah Temu Dialog bersama Presiden di Istana Negara. Jadwal acara sudah terpampang di halaman buku panduan kegiatan kami selama di Jakarta. Ah, sayang sekali. Pak SBY saat itu sedang ada tamu penting. Kami juga penting, tutur Pak Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, namun ada juga tamu penting yang berkaitan soal negara. Gagal lah kami bertemu dengan bapak SBY L

Akhirnya bertemu dan dialog langsung dengan pak SBY

sumber : http://www.presidenri.go.id/imageGalleryD.php/22154.jpg

sumber : http://www.presidenri.go.id/imageGalleryD.php/22154.jpg

Seakan tak percaya. Beberapa hari sebelum bapak SBY datang ke kampus, kampus begitu sering di sterilkan. Jam-jam tertentu sudah tak boleh ada yang di kampus. Sehari sebelum hari H bapak SBY datang-pun kampus disterilkan. Seakan tak percaya saat malam hari sebelum pak SBY datang, saya di telfon oleh salah satu pemimpin dari BAAK yang memberitahukan bahwasanya, saya dan ketiga mahasiswa yang dulu penah diundang ke Jakarta, diundang oleh Bapak Nuh untuk datang di kampus saat pak SBY datang. MasyaAllah, saya senangnya minta ampun. Saya tak tahu harus berucap apa. Kampus yang begitu disterilkan, hanya para tamu undangan yang membawa undangan dan bukti KTP lah yang bisa masuk kedalam.

Dan Alhamdulillah. Saya berkesempatan mengobrol singkat dengan bapak SBY. Detail pembicaraannya saya sedikit lupa. Yang jelas nasihat beliau adalah agar saya terus semangat, pasti bisa dan semoga sukses. Tiga inti kata yang membuat saya semakin semangat belajar di kampus ini :)

Tentu beliau, bapak SBY adalah figur yang berpengaruh dalam lahirnya Bidikmisi. Apresiasi terdalam saya haturkan pak SBY. 10 tahun mengabdi kepada Negara dan Bangsa adalah waktu yang tak singkat. Menerima banyak pujian dan hujatan sebagai pemimpin adalah cobaan bagi beliau. Namun, terlepas dari segala hal tersebut. Beliau lah orang berpengaruh dalam 10 tahun terakhir Indonesia. Dan tentu berpengaruh juga terhadap nasib kami, mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Terima Kasih SBY, semoga bapak selalu sehat dan bahagia, serta semoga Allah selalu melimpahi keberkahan dalam hidup bapak beserta keluarga. Amin

#TerimaKasihSBY


TAGS bidikmisi #teimakasihsby


-

Author

Follow Me