Wulan

18 Mar 2015

Dia. Seorang yang super duper cuek dengan penampilan. Biasa saja, tak banyak polesan bedak di wajahnya. Sesekali membenahi jilbabnya. Sangat sederhana. Cuek dengan dirinya sendiri tapi sangat peduli dengan orang lain.

Awal semester 1 di Madura. Dengan berbagai ujian awal kehidupan perkuliahan, dimana major yang saya tempuh adalah Teknik Informatika, berat kalo tak punya laptop. Dia,dengan major yang berbeda namun juga membutuhkan laptop karena laporan praktikumnya setiap hari berjibun, masih sempat-sempatnya setiap malam meminjamkan laptopnya agar saya bisa membabat habis tugas saya atau paling tidak membaca materi yang besok bakalan dibahas oleh dosen Algoritma.

Dia, yang di semester-semester berikutnya selalu saya repotkan untuk antar jemput saya kalau saya benar-benar saya sedang tidak ada tebengan berangkat atau pulang ke kampus.

Dia. Seorang yang terkadang ribet sendiri dengan urusannya. Tapi masih saja menyempatkan waktu untuk membantu temannya yang memang dan sedang membutuhkannya. Meskipun, sebenarnya temannya bisa minta teman yang lain.

Dia. Sejauh apapun berusaha untuk melarangnya begitu baik dengan teman-temannya yang kurang baik dengannya, tapi tetap saja sabar, ikhlas dan melakukan apapun yang dibutuhkan temannya tanpa perhitungan.

Dia. Entah sudah berapa kali saya membuatnya mungkin bersedih hati dengan kalimat saya yang mungkin bisa menyinggungnya. Tapi tetap saja dia baik. Tetap saja dia ada saat saya membutuhkan.

Dia. Karib yang dengannya rasa sabar dan ikhlas justru semakin meningkat. Tentu karena belajar dari sikap baiknya.

Mungkin jika kebaikannya disebut satu per satu, saya yang akan kesulitan merangkai kata. Disaat sekarang sudah mulai terpisah di detik-detik wisuda. Saya masih sering mengirim beberapa pesan di BBM. Masih teringat perjuangannya agar bisa lulus 3,5 tahun, sampai saya greget pengen bantu tapi ndak bisa apa-apa. Tentu itu perjuangannya, tak semata-mata agar kami dapat dengan bangga foto berdua dengan menggenakan toga masing-masing, tapi untuk dirinya.

wulan

Tulisan ini saya dedikasikan untuk sahabat baik saya, Wulan Arfina Riani. Semoga Allah selalu melindungimu, meridhoi segala langkah kaki ke tempat yang kamu tuju, memudahkan apapun yang kamu kerjakan. Amin.
Terima kasih atas segala kebaikan, kesederhanaan dan apapun yang kamu ajarkan :’)
Keep in touch ya :)


TAGS best friend Sahabat


-

Author

Follow Me