• 18

    Mar

    Wulan

    Dia. Seorang yang super duper cuek dengan penampilan. Biasa saja, tak banyak polesan bedak di wajahnya. Sesekali membenahi jilbabnya. Sangat sederhana. Cuek dengan dirinya sendiri tapi sangat peduli dengan orang lain. Awal semester 1 di Madura. Dengan berbagai ujian awal kehidupan perkuliahan, dimana major yang saya tempuh adalah Teknik Informatika, berat kalo tak punya laptop. Dia,dengan major yang berbeda namun juga membutuhkan laptop karena laporan praktikumnya setiap hari berjibun, masih sempat-sempatnya setiap malam meminjamkan laptopnya agar saya bisa membabat habis tugas saya atau paling tidak membaca materi yang besok bakalan dibahas oleh dosen Algoritma. Dia, yang di semester-semester berikutnya selalu saya repotkan untuk antar jemput saya kalau saya benar-benar saya sedang tida
  • 23

    Apr

    Aku, Kamu, Kita bertujuh

    Sedikit potret aku dan Sahabatku.. Kami bertujuh mulai dekat dan bersahabat sejak kelas 2 Madrasah Tsanawiyah. Kami semua perempuan. Aulia, ike, lerin, gigi, tutus, raras dan aku. Kami kemana-mana bertujuh. Jajan dikantin, kerja kelompok, maen bareng, nangis, ketawa semuanya dah. Namun, Kami mulai terpisah saat aku dan raras memilih SMA yang berbeda dengan mereka. Dulunya yang setiap seminggu bisa ketemu 6 hari, jadi cuman bisa ketemu sekali seminggu. Mulai naik ke kelas 2 SMA, mulai jarang banget ketemu sampek kelas 3 SMA. Tambah jarang ketemu lagi, saat kini kami saling merantau untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Kami dari MTs sampek SMA Nah, meskipun begitu. Kami menyempatkan ketemu. Paling tidak saat kami pulang kampung. Kalaupun liburanya gak bareng, kami sempetin 7
  • 1

    Apr

    Sahabat

    Sahabat Kala sang surya tiba Senyumanmu menyapa dengan ramah Kita berjalan bersama Menyongsong hari yang cerah Kita lalui hari bersama Kita duakan segalanya Bercanda bergurau Berbagi bersama, berbagi cerita Dalam dunia fatamorgana Masihkah dapat ku temui, seorang sepertimu sobat? Dalam sudut dunia yang lain? Kau terus temani Langkah demi langkah kita jalani Setapak demi setapak kita lalui Berbekal kepercayaan dan kasih suci Tergenggam erat tangan kita Bagai rantai dari baja Takkan terpisahkan Walau badai menghantamnya Tak pernah terpikir olehku Begitu cepat kau tinggalkanku Seorang diri disaat sepi Ratapi nasib yang tak kunjung membaik Engkau bagikan mutiara dalam hatiku Yang telah melindungi dan menghiasi hatiku Dengan cahaya gerlapmu Sobat… Apakah kau tau isi hat
-

Author

Follow Me